Menjadi Wanita Karir, Untung atau
Buntung ?
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia ( Depdikbud, 1988 ) karir berasal dari karir (
Belanda ) yang berarti pertama, perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan,
pekerjaan dan jabatan. Kedua, pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju.
Dengan demikian dapat dirumuskan bahwa wanita karir adalah wanita yang menekuni
sesuatu atau beberapa pekerjaan yang dilandasi oleh keahlian tertentu yang
dimilikinya untuk mencapai suatu kemajuan dalam hidup, pekerjaan, atau jabatan.
Pengertian wanita karir sebagaimana
dirumuskan di atas, nampaknya tidak identik dengan “wanita pekerja”. Menurut
Omas Ihromi, wanita pekerja adalah mereka yang hasil karyaannya akan mendapat
imbalan uang. Meskipun imbalan tersebut tidak langsung diterimanya. Ciri-ciri
dari wanita pekerja inilah ditekankan pada hasil berupa imbalan keuangan,
pekerjaannya tidak harus ikut dengan orang lain, ia bisa bekerja sendiri, yang
terpenting dari hasil pekerjaannya menghasilkan uang dan kedudukannya bisa lebih
tinggi dan lebih rendah dari wanita karir, seperti wanita yang terlibat dalam
perdagangan.
Akhir-akhir
ini di negara kita banyak bermunculan wanita karir, dari mulai pegawai biasa,
bahkan sampai di pemerintahan. Fenomena ini berdampak pada ‘peran laki-laki’
yang mencari nafkah tergantikan oleh kaum hawa. Memang, sah-sah saja wanita
berkarir, tapi jika sampai keterlaluan ? Tidak menutup kemungkinan peran wanita
sebagai ibu rumah tangga tergantikan posisinya oleh kaum pria.
Mungkin
para wanita menganggapnya sebagai emansipasi atau kesetaraan gender dengan kau
pria. Dengan bekerjanya kaum wanita, mereka merasa kedudukannya tinggi, bisa
setara dengan pria. Atau mungkin karena kebutuhan hidup yang semakin meningkat,
di tambah lifestylenya orang luar
yang bebas dilihat di sosial media, membuat wanita mengejar keinginannya untuk
mengikuti tren.
Jika
seorang wanita menginginkan bekerja tanpa menganggu waktu bersama keluarga,
hendaknya buka usaha kecil-kecilan di rumah seperti toko kelontong, menjahit,
bisnis online, atau yang lainnya yang tak menganggu perannya sebagai seorang
ibu rumah tangga. Sehingga penghasilan terus masuk, keluarga pun dapat dipantau
dengan baik.
Komentar
Posting Komentar