Chapter 2 Aku segera membereskan peralatan sholatku, dan bergegas menuju kampus. Karena sekitar satu jam lagi, kelas dimulai. Saat menuju gerbang keluar, aku berpapasan dengan ummi Aisyah. “Assalamu’alaikum, Um.” Sapa kami. “Wa’alaikumussalam warohmatulloh.” Jawab ummi Aisyah. “Um, kami pamit ke kampus dulu ya.” Ucapku. “Iya, sayang. Izinnya jangan lama-lama. Ummi kangen.” Jawab beliau. “Ah, ummi bisa aja.” Ujarku tersenyum malu. “Insya allah Um.” Lanjutku. “Kalau begitu, kami pamit dulu ya Um.” Pamit Naisya. Tak lupa, kami mengucapkan salam dan mencium tangan beliau. Ummi balas mencium pucuk kepala kami. Duh, terharu. Jadi inget ummi kan ? “Enak ya, tinggal di pondok. Suasananya bikin nyaman gitu. Duh, jadi pengen mondok kan ?” ucap Naisya. “Ya udah, mondok aja bareng aku.” Jawabku. “Tapi gimana sama anak-anak TPA dekat rumah ? Mereka juga membutuhkan pelajaran agama kan ?” tanyanya. “Iya juga sih ! Tapi, kamukan bisa mengaji dari ustadzah-ustadzah dekat ...